Oelamasi, Independen-news.com – Fantastis, ternyata harga satu buah KTP di Kabupaten Kupang bisa capai 750 ribu hingga 1 juta rupiah per KTP. 
Harga fantastis untuk sebuah KTP itu bukan harga yang diberlakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kuat dugaan harga yang sangat mencekik leher itu sengaja dimainkan oleh oknum calo yang berkeliaran bebas di Dinas tersebut.
Bukan lagi menjadi rahasia, bila aksi oknum calo di Dispendukcapil bahkan terekam vidio baik yang di rekam oleh masyarakat maupun oleh aparat keamanan.
Razia Sat Pol PP di Dispenduk Kabupaten Kupang, Jumat 20 Desember 2019.
KMS. Manafe, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Kupang, Minggu (22/12/2019) via pesan WhatsApp mengatakan, pemberlakuan patokan harga fantastis itu kuat dugaan dilakukan oleh para calo.
Ia mencontohkan, untuk masyarakat dari daerah Amfoang dipatok harga sebesar 1 juta rupiah untuk 1 Kartu Keluarga lengkap dengan KTP, sementara masyarakat dari daerah Amarasi sebesar 750 ribu. Akibatnya, banyak masyarakat Kabupaten Kupang yang mengeluh.
Menurutnya, Keluhan masyarakat yang resah terhadap aksi para calo pun sampai ke telinganya. Ia kemudian memimpin 1 pleton anggotanya melakukan razia ke Dinas tersebut, Jumat 20 Desember 2019.
Razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja, 2 orang calo asal Kecamatan Kupang Tengah dan Kecamatan Amfoang Selatan berhasil diamankan. 2 oraang calo itu hanya diberikan teguran untuk tidak mengulagi lagi. Ke depan apabila masih melakukan aksi yang sama maka akan proses sesuai hukum yang berlaku.

Inacio Guterres, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kupang.
Sementara itu, Inacio Guterres Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kupang yang dikonfirmasi, Senin (23/12/2019) via sambungan telepon mengatakan, aksi para calo sudah meresahkan masyarakat Kabupaten Kupang. Razia yang dilakukan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja atas pengaduan dari masyarakat khususnya dari amarasi. 
Ia mengatakan, harga per KTP di patok para calo sebesar 1 juta rupiah, sedangkan untuk blanko KTP dijual para calo senilai 300 ribu rupiah per lembarnya.
Menurut Politisi muda Partai Golkar ini, Dispenduk sengaja mempersulit masyarakat saat akan mengurus administrasi kependudukan. Akibatnya bagi masyarakat yang sangat butuh kelengkapan administrasi kependudukan, ini menjadi mainan empuk para calo.
Kehadiran para calo terindikasi sengaja di pelihara oleh Dinas, ada kerja sama dengan Dinas sehingga kehadiran para calo pun dibiarkan saja oleh Dinas. “saya dalam rapat dengan dinas, saya tanya Kadis kenapa tidak bisa tertibkan calo, apa langkah yang sudah diambil dinas. saya bilang bahwa ini ada kerjasama dengan Dinas, ini juga ada upaya pembiaran,”Ungkapnya.
Menurutnya, ada oknum tertentu yang setiap hari sepanjang tahun selalu berada di Dispendukcapil, kehadiran oknum ini setiap hati untuk apa kalau bukan sebagai calo.
Dirinya juga mengaku memiliki bukti vidio tangkap tangan aksi calo yang berhasil ditangkap oleh anggota TNI-AD. Dalam vidio itu, oknum yang bukan pegawai Dispenduk bahkan memegang blanko KTP dalam jumlah banyak. Sesuai pengakuan oknum dalam vidio tersebut, blanko KTP diperolehnya dari Kepala Dinas. (Sully).

Comments

0 comments