Oelamasi, Independen-news.com – Tujuh bulan sejak resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kupang tanggal 07 April 2019 lalu, duet pemimpin baru Drs. Korinus Masneno dan Jerry Manafe, SH, M.Th atau Paket KOMITMEN sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Kupang 2018 mulai melakukan penataan.
Disamping melakukan penataan terhadap kinerja para birokrat dan peningkatan infrastruktur, Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno bersama Wakil Bupati Jerry Manafe, SH, M.Th pun mencanangkan program unggulan yaitu Revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata).
Sejumlah program multi sektor itu telah disiapkan guna membawa Kabupaten Kupang dengan luasan Pemerintahan yang sangat luas meliputi 24 Kecamatan, 160 Desa dan 17 Kelurahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno didampingi Kabag Humas Martha Paraede dan staf, saat memberi keterangan kepada awak media, Senin (30/12/2019) di ruang kerja Bupati Kupang.
Menarik untuk dicermati, sejauh ini bagaimana capaian program selama tujuh bulan memimpin Kabupaten Kupang serta apakah rencana kerja dan target yang disiapkan untuk tahun 2020.
Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno, kepada awak media diruang kerjanya, Senin (30/12/2019) memberi penjelasan detail tentang hal ini.
Menurut Bupati Kupang, sejak resmi dilantik sebagai pemimpin di Kabupaten Kupang tanggal 07 April 2019 lalu atau 7 bulan pasca dilantik, ia bersama Wakil Bupati masih menjalankan sisa program tahun terakhir Ayub Titu Eki Bupati Kupang sebelumnya yang tertuang dalam RPJMD.
Rujukan program kerja tahun 2019 katanya, masih merujuk pada RKPD tahun terakhir Bupati Kupang sebelumnya yang berpasangan dengan dirinya selaku Wakil Bupati Kupang periode 2014 – 2019.
Meskipun demikian, persiapan dan meletakan dasar guna memasuki awal pelaksanaan program Paket KOMITMEN telah dilakukannya bersama Wakil Bupati Kupang. Aturan memberi amanat agar setelah pelantikan hingga 6 bulan pasca pelantikan, mesti menyusun dan menetapkan RPJMD 2019 – 2024. Tercatat bahwa RPJMD dan RKPD Kabupaten Kupang untuk 5 tahun kedepan pun telah ditetapkan bersama Lembaga DPRD Kabupaten Kupang.
Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno mengatakan, penetapan RKPD bersama DPRD berkaitan dengan Visi dan Misi Pemkab Kupang. Diketahui bahwa, Visi duet pemimpin Kabupaten Kupang adalah masyarakat Kabupaten Kupang maju, mandiri dan sejahtera.
Operasional dari Visi Pemkab Kupang tertuang dalam Misi yaitu penataan SDM, perbaikan infrastruktur, pengembangan ekonomi kerakyatan (Revolusi 5P).
Revolusi 5P kata Bupati Kupang, didasari oleh konsep pemikiran bahwa masyarakat dapat mengembangkan dirinya sendiri dengan modal yang sudah dimiliki dan bisa dikerjakan. Modal itu antara lain tanah, dimana 90 persen masyarakat bekerja dibidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, pariwisata.
Selain itu, langkah untuk meletakan dasar sebelum pelaksanaan RKPD Pemkab Kupang tahun 2020 dan seterusnya, yaitu mempersempit struktur organisasi pemerintahan daerah dengan melakukan merger terhadap beberapa bagian bahkan OPD, menempatkan pejabat sesuai bidang ilmunya (right man on the right place). Penataan struktur organisasi pun akan dilakukan besar – besaran pada bulan Januari 2020 khusus untuk pejabat eselon III ke bawah.
Bidang Pertanian, khusus untuk Revolusi 5P, beberapa persiapan telah dilakukan dengan memperkuat alsintan, instruksi kepada para camat mengawal Revolusi 5P di wilayah masing-masing, memperketat penyaluran pupuk bersubsidi dengan cara mengalihkan penyalurannya kepada BUMDes untuk mengurangi kebocoran penyaluran pupuk kepada petani.
Bagi dirinya, keberhasilan Revolusi 5P bergantung pada ketersediaan air. Sumber air besar yang ada di waduk tilong, raknamo dan manikin nyatanya belum mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani. Alasannya sangat sederhana, bahwa kontur wilayah Kabupaten Kupang berbukit – bukit dengan luasan dataran rendah sangat sedikit sehingga masyarakat yang hidup didataran tinggi tidak dapat menikmati air dar sumber besar itu.
Oleh karena itu, ia sedang mempersiapkan program yaitu dengan subur bor, dalam waktu 5 tahun kedepan mesti ada sekitar 1000 sumur bor tersebar diseluruh wilayah pemerintahannya. Tahun 2020 sekitar 200 sumur bor sudah harus ada dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dibidang peternakan, persoalan utama bukan pada makin berkurangnya populasi ternak sapi tapi persoalan utama ternyata pada penyiapan pakan ternak. Peningkatan kualitas populasi ternak tergantung pada kualitas pakan. Ketersediaan pakan ternak sapi masih bergantung pada sisa tanaman lamtoro yang sudah ditanam sejak dulu.
Langkah yang dilakukan ungkapnya, mengurangi pemberian bantuan ternak kepada masyarakat, di ubah menjadi program bagaimana menyiapkan kebun lamtoro teramba untuk pakan ternak. Bagi masyarakat yang sudah menyiapkan kebun pakan, pemerintah baru akan memberi bantuan ternak melalui kerja sama dengan pihak Bank dan kemudian ternak-ternak itupun diasuransikan sehingga mengurangi kerugian masyarakat karena alasan ternaknya mati, sakit atau hilang.
“pokoknya rakyat siapkan pakan, kita dorong kredit perbankan, kita siapkan pasar dan siapkan asuransi ternak,”Ujarnya.
Dibidang perikanan, selain menyiapkan bantuan peralatan perikanan, Pemkab Kupang pun merencanakan untuk merubah pola sasaran penerima bantuan. Sejauh pengamatannya dibeberapa TPI, ternyata yang menjadi nelayan sesungguhnya adalah masyarakat Kabupaten Kupang, sementara para pendatang dari luar NTT hanya sebagai cukong pengumpul hasil perikanan.
Bantuan perahu bagi nelayan tidak tepat sasaran, selama ini bantuan diberikan kepada mereka yang bekerja dibawah kendali para cukong dan bukan berusaha mandiri. Kedepan, bantuan peralatan akan fokus diberikan kepada para nelayan sesungguhnya yaitu masyarakat Kabupaten Kupang yang selama ini bekerja pada para cukong.
“kedepan, kelompok penerima akan saya seleksi secara ketat, termasuk kelompok penerima bantuan ternak sapi, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih menerima bantuan terus-terusan. yang begini perlu ditertibkan di tahun 2020,”Tegas Bupati Kupang.
Bidang pariwisata, Pemkab Kupanh pada tahun 2020 akan fokus mengembangkan salah satu destinasi pariwisata di pantai selatan Kabupaten Kupang atau tepatnya di Pantai Teres Amarasi Selatan.
Tugas Pemkab Kupang hanya menyiapkan infrastruktur dan grand design. Sementara untuk penataan lokasi wisata pantai teres sepenuhnya dibuka ruang untuk keteribatan masyarakat setempat termasuk para pengusaha lokal di Amarasi.
Kelengkapan fasilitas dalam objek wisata pantai teres seperti jalan setapak, home stay, spot foto, rumah makan, panggung untuk hiburan rakyat termasuk kebun wisata semuanya diserahkan kepada masyarakat untuk menyiapkannya dengan cara swadaya dan gotong-royong.
Hasil dari objek wisata itu nantinya diambil oleh masyarakat, sementara Pemkab Kupang hanya mengambil dari karcis masuk para pengunjung. Sistemnya pun akan dikembanglan sehingga karcis masuk tidak ada lagi pembayaran tunai/cash, namun lebih pada pembayaran sistem nontunai. Sistem nontunai dilakukan untuk memghindari kebocoran.
Tanah disekitar lokasi wisata diupayakan unruk diserahkan ke Pemkab Kupang, agar kedepan tidak terjadi persoalan seperti terjadi di lokasi wisata lain. “pemerintah harus tuntas mengurus objek wisata, jangan hanya tunjuk dan bikin. seperti di oenesu, pemerintah tidak berani ambil karcis masuk karena tanah itu masih milik masyarakat. Semua sektor ini saya siapkan untuk mulai eksen di 2020,”Ujarnya. (Sully).

Comments

0 comments