Oelamasi, Independen-news.com – Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang – NTT dalam waktu tidak terlalu lama, akan menjadi Desa sentra produksi ternak ayam kampung terbesar di NTT.
Untuk mewujudkan tujuan itu, Pemerintah Desa Oesena memberi bantuan bibit ayam kampung kepada 350 Kepala Keluarga di Desa itu. Bantuan bibit ayam kampung merupakan program Desa Oesena yang dibiayai oleh Dana Desa Tahap 3 tahun 2019.
350 KK penerima bantuan bibit ayam kampung itu, masing – masing KK menerima bantuan 4 ekor ayam betina dan 1 ekor ayam jantan. Bukan hanya bibit ayam kampung untuk dipelihara, Pemerintah Desa Oesena juga memberi bantuan 7,5 ton jagung untuk pakan dan 3 lembar seng untuk pembuatan kandang.
Penyerahan bibit ayam kepada 350 KK warga Desa Oesena, turut disaksikan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Sabtu (28/12/2019) di Aula Kantor Desa Oesena.
Selain Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, turut hadir pula Camat Amarasi Dina A. Masneno, Danramil Amarasi, Tokoh Pemangku Adat, BPD dan masyarakat.
Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dalam sambutannya mengatakan, masyarakat hendaknya bersyukur atas inisiatif Pemdes Oesena memberi bantuan ayam untuk dipelihara. “5 ekor ayam, terima bantuan dengan sukacita dan pelihara dengam baik,”Ujar Wabup Kupang.
Wabup Kupang Jerry Manafe berharap, dari oesena akan menjadi pemasok telur ayam dan daging untuk memenuhi kebutuhan daging ayam baik di Kabupaten Kupang maupun di NTT. Ia juga merasa bangga dan salut kepada Pemdes Oesena yang mampu membaca peluang usaha untuk tujuan peningkatan ekonomi masyarakat.
Program ternak ayam kampung katanya, dapat pula diadopsi oleh Pemerintah Daerah. Sebab, di Kabupaten Kupang memiliki potensi cukup untuk hal demikian. Salah satu potensi misalnya, masih banyak lahan kosong dan tidak dimanfaatkan. Lahan yang kosong ini menjadi potensi besar untuk beternak terutama ternak ayam kampung.
Ia mengatakan, memelihara ayam kampung ternyata lebih mudah dibanding pelihara ayam pedaging, tidak perlu ada perlakuan khusus. Selain lebih mudah memelihara, harga telur dan harga ayam lebih mahal dibanding ayam pedaging.
“Saya beri apresiasi bagi pemerintah desa oesena, desa ini harus jadi contoh bagi desa lain di kabupaten kupang,”Ungkapnya.
Dirinya menilai, terdapat 3 hal yang membedakan Desa Oesena dengan Desa lainnya, yaitu kerja sama antar lembaga sosial kemasyarakatan berjalan baik, seluruh masyarakat mampu menerima baik perencanaan dan pelaksanaan program bantuan ayam kampung bagi warga serta pemdes oesena pun terbuka dengan instansi lain baik swasta maupun pemerintah.
Wabup Kupang Jerry Manafe berpesan kepada pemdes oesena untuk segera mungkin berkoordinasi dengan dinas peternakan guna antisipasi penyakit ayam.
Camat Amarasi, Dina A. Masneno, S.Pd mengatakan, program ini merupakan kelanjutan dari program yang sama kepada forum perempuan yang sudah berhasil kembangkan ternak ayam kampung hingga ratusan ekor.
Ia minta masyarakat penerima bantuan untuk pelihara dengan baik sampai berhasil, sebab tujuan utama untuk program ini sebenarnya untuk sejahterakan masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat.
“hasil dari memelihara ayam dapat di andalkan untuk peningkatan ekonomi keluarga,”Bebernya.
Sementara itu, Ketua BPD Oesena, Ismael Rini mengatakan, desa oesena merupakan salah satu desa dari 9 desa/kelurahan di Kecamatan Amarasi dengan jumlah 400 KK dengan jumlah penduduk mencapai 1.500 jiwa. Total jumlah 400 KK itu, 90 persen diantaranya berprofesi sebagai petani.
Dana Desa tahap 3 tahun 2019, pemdes memberi bantuan 5 ekor ayam kepada 350 KK atau total terdapat 1.750 ekor ayam yang diserahkan kepada masyarakat. Hukan hanya bibit ayam, pemdes juga memberikan Pakan ternak sebanyak 7,5 ton dengan rincian masing-masing KK penerima ayam mendapat 21 kilogram pakan dan 3 lembar seng untuk pembuatan kandang ayam. (Sully).

Comments

0 comments